Ini tentang Twitter yang aneh, tetiba saya suka Twitter lagi. Ini adalah semacam cerita Twitter, Twiphoria Twitterland. Dimana Euphoria kesukaan di dunia Twitter semakin menjadi-jadi. Sebenarnya saya punya akun twitter sejak 2010 dulu, namun karena tidak menemukan pencerahan asiknya dimana, ya terbengkalai. Ini adalah 2012, dimana intensitas ngetwitku lebih sering, jam terbang ku buka situ microblogging menjadi lebih tinggi. Bangun tidur liat timeline, mau tidur liat timeline. Entah, padahal pacar juga bukan loh! Perhatian banget diliatin terus. #ngok
Dibawah ini adalah sebuah entah yang dimana saya juga tidak tau bakal menyebutnya apa, sebut saja "Twiphoria Twitterland" deh! Atau "Twiphoria" saja? Entah. Jadi begini...
Pertama, Twitter adalah semacam alat bantu untuk menuangkan pemikiran. Iya! Apa aja, bahkan kadang sampai lupa batasan sampai mana kita bisa menuangkan pikiran. Makanya kita perlu cukup open-minded bermain di Twitter, karena pemikiran kita mau tak mau harus sering ketemu, saling sapa, ngobrol, tabrakan, fusion dengan pemikiran orang lain.
Kedua, Twitter adalah alat gaul, atau gahoool dengan o tiga yang cukup terbukti bener dan ampuh. Iya! Di jaman edan ini, Twitter cukup mejik. Gimana enggak? Disini cowok-cowok jelek bisa kenalan, ngobrol, dan jadi ber-GAUL dengan cewek-cewek cakep.
Ketiga, Pengguna Twitter sih banyak. Sangat! Tapi enggak sedikit yang terlunta-lunta mencari pencerahan gimana dan dimana sih asiknya Twitter. Beberapa darinya terus berputar-putar mencari jawaban yang benar. Beberapa lainnya menuju jalan yang salah. Dan, beberapa lainnya kembali ke... Facebook mungkin? Sejujurnya, hanya sedikit yang menuju jalan benar.
Keempat, Banyak noobs, bahkan advance Twitter berpikir bahwa agar twitter cukup asik itu perlu FOLLOWER CUKUP BANYAK. Nyatanya FOLLOWING LEBIH PENTING! Kadang cukup following cukup banyak dalam porsi tertentu, maka Twitter jadi sangat asik. Ciyus!
Kelima, Semenjak ada Twitter, kodrat manusia tidak lagi makhluk Individu dan makhluk Sosial saja. Gerbang dimensi baru terbuka, menciptakan budaya baru, kebutuhan baru, keinginan baru, dan yang baru-baru, sehingga versi lebih baru kodrat 2.0 semakin terlihat, yaitu manusia sebagai makhluk Jejaring Sosial.
Keenam, Hampir semua pengguna Twitter pernah mengalami Sindrom "Polobek Eagh Kaka" yaitu sindrom akibat depresi follower cuma dikit, enggak nambah-nambah, gitu-gitu doang, dan juga bentuk penasaran kok bisa orang jelek yang itu, ini dan juga dia bisa berfollower banyak.
Ketujuh, Sindrom "Polobek Eagh Kaka" ini biasanya terjadi karena para Selebtwit enggak ngasih Saleptwit kepada para noobs, malah biasanya melakukan gap dengan mereka yang seringkali alay ini. Manusia si makhluk jejaring sosial, Selebtwit dan noobs telah mendapat dimensi baru dimana kesenjangan versi 2.0 terjadi.
Nahkan, sementara 7 dulu. Biar kek on the spot, tujuh pemikiran tentang Twitter versi Mas Gizipp! *ngek* Dan yang begitulah kengawurannya saya tentang Twitter! Semoga salah! Iya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Meninggalkan jejak tidak dilarang karena eksistensi diri adalah lumayan.