Bunyi sirine berkumandang. Pemadam kelaparan datang. Adalah pop mie, yaitu suatu makanan universal untuk seorang omnivora seperti kita. Yaitu sekitar jam setengah dua belas malam, suara-suara nyaring penjual aneka makanan dan jajanan mengganggu tidur nyenyak di kereta dari Jakarta menuju Solo. Dan bau Pop Mie tetiba mengundang selera untuk santap-santap.
"POP Mie, enerjrenggg, kooooo~~pi... koooopi..."
Suara begitu nyaring, khas dan mengundang gelak tawa. Energen yang diplesetkan jadi enerjrenggggg, berkata kopi dengan ooooo nya dipanjangkan. Menarik dan lucu-lucu. Tapi tetep bikin sebel bikin saya terbangung dari tidur.
"Pop Mie berapa?" Tanyaku singkat.
"Enam rebu bang!" Dengan lantang dengan logat khasnya.
"Gak jadi." Jawabku singkat sekali. Si penjual tadi manyun, seperti di PHP-in. Aku ngekek dalam hati. Sedangkan si abang-abang tadi diem, mau nurunin harga tapi ragu-ragu. Seharga 7000rb Pop Mie ini. Yeah, mahal sekali.
"POP Mie berapa?" Tanyaku singkat pada penjual lainnya yang lewat.
"Tujuh ribu, mas!" Jawab dengan halus.
"Gak jadi." Jawabku singkat lagi. Ibuk-ibuk ini keliatan lebih kalem tapi lebih mahal.
Baiklah. Ini keisengan semata. Kutahu mereka lelah, tapi tak apa malam ini anggap saja mereka sedang sial bertemu denganku. Toh juga mereka mengganggu tidurku.
Bagaimana kalo kita hitung tiba pengen tahu rerata harga POP Mie di kereta!
Nah ini idenya, yaitu ambil secarik kertas. Dan bolpen atau spidol. Tulis "Dicari: PopMie Harga 5Rb" ya. Siapkan pula uang lima ribu sekalian. Nah lalu, kembali duduk dalam posisi ternyaman kamu. Senyaman-nyamannya. Pasang posisi nyantai. Kalo ada headset, pasanglah di kuping. Nggak usah setel musik. Biar keliatan cuek aja sih. Lalu taruh di dada atau yg bisa dibaca. Sambil nyantai, liat reaksi mereka pasa baca tulisan itu. Minat coba ide gila ini? *dikeplak*
Sayang ide ini cuma imajiner. Ada yang pengen mencoba? ROLF!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Meninggalkan jejak tidak dilarang karena eksistensi diri adalah lumayan.