Halo apakabar semua yang sering nimbrung blog saya? Semoga baik-baik saja. Tidak untuk saya.
Dikala pagi hari setelah sahur ini saya sempatkan untuk menuliskan suatu kabar untuk sodara-sodaraku setanah air. Kabar apakah itu? Bukan kabar tentang Gletser Petermann dan Bongkahan Es Raksasa yang Hanyut di Laut Arktik, ataupun kabar bahwa rupiah akan diredominasi, ataupun kabar terbaru kucing saya, melainkan kabar mengenai nilai seorang mahasiswa yang bernama Gilang Gilangr Gizipp yang sedang terjun payung.
Berikut Mas Gisippppp berkata dalam jumpa pers kemarin “Saya sih sebenarnya sudah tahu IP saya bakal dua koma. Tapi kemaren, saat KRS-an, dan sekalian KHS diberikan oleh pak WW kepada saya, maka saat itulah saya sadar dan merasa ditampar lima kali dengan menggunakan tongkat golf… “ Dan tampaknya, tiga buah nilai C menghiasi KHS-ku kali ini cukup membuat Gilang Gilangr Gizipp membuat frustasi. Lebih dari cukup guys! Dan sungguh tanpa bohong, wajahnya tampak begitu muram pada jumpa pers kemarin kawan. -_____-"
Dan setelah wawancara, saya sempat melihat dan memotret KHS-nya si Gilang Gilangr Gizipp ini, Dan sodara-sodara, dengan berat hati, saya sampaikan, bahwasanya, ip-nya adalah : 2,68 dan diwarnai 3 buah C, lihalah rentetan C dibawah ini :
Nilai C mewarnai KHS Mas Gizipp semester empat ini
Kenyataan IP-nya terjun payung memang agak menyakitkan. Namun, ternyata semester ini memang agak sulit, Berdasarkan data yang telah diperoleh, ternyata sebagian besar mahasiswa Teknik Informatika angkatan 2008 memang banyak mengalami penurunan secara drastis. Banyak yang mengeluhkan tentang IP mereka yang tidak terduga. Tidak terduga jeleknya.
Pengamat organisasi PMDK (Persatuan Mahasiswa Dua Koma) terkemuka, yakni Yahya Fathoni Amri berkata disela-sela acara Mencari Dangdut Sejati beberapa waktu yang lalu “Sebenarnya ini bukan keberhasilan organisasi PMDK dalam mencetak mahasiswa PMDK, ini lebih disebabkan karena bakat terpendam mereka yang secara natural menyebabkan meningkatnya mahasiswa PMDK secara signifikan”. Dalam kesempatan itu, Yahya Fathoni Amri juga sempat menyampaikan kesedihannya dalam fenomena ini dalam puisi “Aku dan Bekicot Jalang” yang Alhamdulillah di terima dengan lemparan sepatu oleh para pesertanya.
Dan kini, saya selaku pencari berita, kabar terakhir yang bisa saya sampaikan adalah, mas gisip terlihat berdendang ria dengan gitar tuanya menyanyikan lagu Begini Nasib jadi Bujangan di iringi suara jangkrik yang berkicau… *pagi-pagi kok jangkrik! berkicau pula. -______-*
Sekian berita dari saya. Tetap kunjungi blog saya ya! Satu kata dari saya…
SATU!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Meninggalkan jejak tidak dilarang karena eksistensi diri adalah lumayan.