Bayar kontrakan 9 juta. Per gundul hampir 2 juta. Beginilah nasib. Padahal niatnya, kalo pada mau ngontrak, terus saya dibutuhkan untuk tombok-tombok orang, dan duitnya cocok dengan kantong saya, saya ikut ngontrak deh.
Yang terjadi sebaliknya, bagaikan 'kontrak' karena saya ikut ngontrak, maka saya jadi kandidat harus ikut ngontrak, dan ikut bayar sekian besarnya. Dan besarnya, hampir saya tidak mungkin mampu membayarnya. Uang tabungan pun turut serta ikut campur dalam masalah bayar kontrakan ini. Belum lagi bayar biaya reparasi barangnya temen yang rusak pas aku pinjem. haha... oh duit duit dan duit melulu... pusing dah otak ini mikir duit melulu.... okelah... saatnya putar otak... haha....
Apa ya enaknya? Minta orang tua? ogahlah... Jaga warnet lagi? gak tau bakalan ada job nggak... nunggu bayaran dari internet? lagi seret gan... Jual diri? janganlah... Ya mungkin dodolan sajalan, dodolan dari ebay. Atau mungkin jual jasa buat blog atau web? Ah... semoga solusi cepat datang. Dan semoga tanggal 30 Agustus 2010, hari pelunasan itu dapat selesai dengan lancar. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Meninggalkan jejak tidak dilarang karena eksistensi diri adalah lumayan.