Ini adalah cerita tentang Madura dan jalan-jalan saya ke salah satu salah satu bagian di planet Bumi. Saya yang notabene keluar kamar dan jalan beberapa kilo untuk beli sesuatu aja males, ini sampai Madura! Duh! Tapi ternyata... enak juga ya seharian lebih tidak membuka didepan komputer! :))
Suasana pagi itu di kota Surabaya nampak begitu ramai sekali. Sungguh tidak seperti di kost saya di jam yang sama. Biasanya, kost-kostan masih belum ada tanda-tanda kehidupan. Namun kali ini berbeda. Saya dipaksa sudah melihat ratusan muka orang secara nyata, padahal biasanya layar 4 inchi atau 14 inchi adalah wajah pertama yang saya lihat. Huft. Orang berjubelan, berlalu lalang! Dari yang jualan, pun hingga orang-orang yang jadi target orang jualan. Ya iyalah, karena kami berada di Terminal 'Purabaya' Bungurasih, Surabaya. Seperti kata pepatah Jawa, "Ramene koyo terminal!", wajarlah jika ramai dan beramai-ramai. Itulah terminal, tempat singgahnya orang berpergian, dan melabuhkan tujuan. Duileh! Eh, ngomong-ngomong, bukannya yang ramai tempat orang berjualan adalah pasar ya? "Ramane koyo pasar!" kan ya? Ah, lupakan.
Pulau Garam, Madura!
Kami tiba di sini sekitar pukul lima pagi dengan menggunakan bis Sumber Bencono Slamet, setelah sekitar lima jam perjalanan dari Terminal 'Tirtonadi', Solo. Lumayan cepat, bis malam ngebut! Apalagi kami berangkatnya tengah malam. Sepi.
Tujuan kami adalah pulau garam, Madura. Saya tidak tahu apakah itu benar, tapi itulah yang terngiang di otak saya jika mendengar 'Madura' sejak SD. Yang terkenal dari Madura adalah penghasil garam, setidaknya itu yang saya isi ketika ada soal uraian di LKS jaman SD kala itu. Tentu tukang cukur khas Madura dan Sate Madura adalah pengecualian. Nanti dimarahin pak guru jika saya jawab itu penghasil sate maupun penghasil mode rambut. *kemudian ngawur*
Setelah bersih-bersih diri dan sarapan, kami pun bersiap berangkat lagi. Tentu dengan disertai kebingungan hendak kemana dulu, naek apa dulu, dan ngapain dulu. Mencoba googling memang cukup membantu. Peta GMap yang saya install semalam sebelumnya juga sebetulnya sudah cukup memberikan visualisasi rute perjalan yang akan kami lalui. Tapi dunia nyata adalah hal yang berbeda. Kami putuskan untuk bertanya pada umat manusia terdekat.
"Pak, kalo mau ke Madura naeknya apa?"
"Madura?" Bapaknya muncrat bertanya sambil menaikkan alis. "Lha, Maduranya mana mas? Madura kan gede mas!"
"Anu pak, Bangkalan... mau ke kampus Trunojoyo!"
"Oooo.. Bangkalan! Kampus UTM tho? Yo wis. Naek itu aja, naek bis P4, nanti lewat tol, cepet nanti! Ndak macet! Nanti turun di perak! Nanti di sana gampang..." Sambil nunjukin bis ukuran tanggung itu dan nyerocos arah ini itu.
Kami cuma ngangguk-ngangguk dan terpaksa mengangguk. Entah. Lalu kami bertiga naik bisa tersebut dengan pikiran seadanya. Entah mau dibawa kemana tidak tahu. Setelah beberapa menit, akhinya bus tersebut meluncur. Diam-diam, kami berpikir, apakah ini jalan benar? Jangan-jangan kami dibohongi. Apakah ini shirotal mustaqim? Karena kami nervous dan was-was, kami putuskan untuk tidur saja kali ya? :| (beneran tidur ini ya akhirnya)
Pelabuhan Perak, Datang dan... Pergi!
Kota Surabaya cukup padat pagi itu. Ada mobil. Ada sepeda motor. Ada gedung-gedung. Ada mimpi yang belum terselesaikan sejak semalam. Dan karena itu kami memilih tidur-semi-merem pagi itu. Apalagi setelah memasuki tol, kecepatan bus semakin stabil dan klakson tidak sering digunakan. Kami hendak memutuskan tidur. Tapi kami malah keduluan ngantuk daripada mendahulukan niat kami untuk tidur. Kami pun ketiduran.
Setelah hampir sekitar satu jam perjalanan, kami tiba disuatu tempat yang saat itu kami tidak tahu apa itu. Kami lalu turun dari bus (dan itu ternyata pemberhentian terakhir), lalu berjalan mengikuti insting dan naluri kami sebagai backpacker. Caranya mudah, yaitu: peka melihat sekitar, lihat kemana orang berjalan. Pun kami ikut-ikut jalan kesitu. Mudah bukan?
Dan setelah beberapa ratus meter berjalan, kami akhirnya sadar (setelah liat loket pembelian tiket kapal) bahwa kami tiba di sebuah.... pelabuhan! Ohsyitmen. Jadi kita kudu nyebrang? Kami walaupun tahu Madura dan Jawa itu beda pulau, kami tak menyangka bakal kudu naik kapal! Kirain lewat jembatan Suramadu! :|
Menyebrangi Selat Madura, Menikmati Vitamin D
Benar, itulah pelabuhan Perak. Saya tidak begitu ngerti apa pelabuhan Perak ini sama dengan pelabuhan Tanjung Perak yang ada dalam lirik lagu populer berikut:
Tanjung perak tepi laut. Siapa suka boleh ikut. Bawa gitar keroncong piul. Jangan lupa bawa anggur. Tanjung perak.. tepi laut.
Ada beberapa clue. Pertama, pelabuhan Tanjung Perak dan pelabuhan Perak sama-sama di tepi laut. Kedua, bener deh, semua boleh ikut, asal punya duit. Ketika, kami sama-sama lupa membawa gitar maupun anggur.
Pukul 8:10 kami membeli tiket. Lalu kamu menyebrangi selat Madura.
Kampus Trunojoyo, Terima Kasih Gus Dur!
Tour de Madura, dan Bebek Sinjai!
Tour De Madura! Sebenarnya saya bingung mau menyebutnya apa, karena perjalanan ini bukan total tur dengan tujuan utama berwisata menggunakan biro perjalanan. Pun melainkan sedikit backpacker asal nekat (mengandalkan teknologi, intuisi, sama hahahibi) yang juga dengan sebenarmya tujuan studi. Ceileh. Namun, karena ada acara yg di sebut tour de madura, yang artinya jalan-jalan di madura, maka sebut saja catatan kecil pengalaman ini dengan tour de madura.
29 Oktober 2013
Saya sendiri bingung bakal gimana.
11:11 PM
Berangkat dari kost.
11:36 PM
Sampai di terminal tirtonadi Solo.
00:11 AM
Bis berangkat.
05:07 AM
Bis sampai Terminal Surabaya.
06.02 AM
8: 20 AM
Beli tiket
8:24 AM
Kapal berangkat.
8:57 AM
Sampai di pelabuhan kamal.
9:15 AM
Sampai di Universitas Trunoyo
4:15 PM
Guest House
5:00 PM
Nongkrong, Sholat!
8:00 PM
TIDUR!!!!
5.21 AM
Jalan2
7:00 AM
Sarapan mandi
8:00 AM
Checkout!
8:00 Checkoutu
8:21 Berada Di Bis Trunojoyo
8:36 Bis Berangkat.
10:11 Belokan
10:14 sampai pantai
11:56 Bis mangkat!!!
12:48 Sampai di Bebek Sknjai
Jam 14:00 Berangkat Dari Sinjai
14:55 Balik ke Univ
15:48
18:13 mira
Secuil Kepulangan.
Pukul 18.13 kami naik bis Mira. Kali ini lebih ngebut.
Saya tiba di kost tengah malam, hampir jam satu. Lalu makan malam sebentar. Lalu kami tidur pulas. Setidaknya, ada banyak hal dapat kami petik. Bahwasanya, kemana kamu melangkah, pada akhirnya kamu akan pulang lagi. Setidaknya, pulang ke kost. Lalu kami tertidur pulas.
Perjalanan Madura, 29-30 Okt 2013
2 komentar:
Kak, tarif bus Solo-Surabaya berapaan?
Saya lupa jik.
Posting Komentar
Meninggalkan jejak tidak dilarang karena eksistensi diri adalah lumayan.