Laman

Senin, 13 Mei 2013

Twiphoria #4 : Tragedi 12 Mei 1998

GIZIPP Twiphoria Twitterland


Umur saya waktu itu belum cukup gede untuk tahu apa yang terjadi pada Tragedi 12 Mei 1998. Saya sendiri masih sebiji jagung, tahunya ya ada rusuh. Dan saat ini, 12 Mei 2013, kita disuruh #menolakLupa tentang apa-apa yang terjadi waktu itu. Setelah bertahun-tahun, banyak agen #menolakLupa yang memberitahu atau mengingatkan kembali apa yang terjadi kala itu. Dan Twitter jadi memegang peran penting disaat ini. Yah, hari ini #12Mei meramaikan jagad Twitter.






Kenapa tidak ada di pelajaran SD? Entah! Yang menarik adalah bagaimana media mainstream Twitter kini jadi media untuk membuka mata. Lucu memang, tapi bukankah kita tahu Televisi yang ada sekarang ini sudah 'buta' akan hal seperti itu. Apalagi Televisi kini dikuasai oleh orang-orang gede ini, itu, dan anu sehingga sangat mudahkan memanipulasi berita. Masalah korupsi dan lain-lain begitu cepat hilang, eh, berita Eyang Subur dan Raffi Ahmad, rame bener enggak berhenti-berhenti. Tebak! Ini disengaja enggak?


Dan tragedi #12Mei ini seolah-olah 'dilarang' hadir di media televisi. Kenapa? Ya positif aja deh, mungkin karena berita Subur lebih menjual. Atau memang kroni-kroni #12Mei ini sudah menguasai media televisi kita? Entah!


Beruntungnya, Twitter masih merupakan pabrik opini dan fakta paling gede di dunia. Ya.. mari kita simak.



































Bagaimana menurut kamu? Apa? Menurut saya? Yeee, saya sendiri tidak tahu dan tidak mau sok tahu mengenai hal ini. Karena saya sendiripun bukan manusia yang aware politik dan intriknya. Hanya saja, ada yang jelas pasti, merenggut nyawa orang itu tidak baik. Dan sebagai pengguna teknologi informasi yang baik, saya mau menyimpulkan...


"Twitter is Time Capsule of Moment and Memories"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Meninggalkan jejak tidak dilarang karena eksistensi diri adalah lumayan.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *